Standarisasi Pendidikan di Indonesia

Standarisasi Pendidikan di Indonesia

          Jika kita ingin meningkatkan mutu pendidikan di indonesia, kita juga berbicara tentang standarisasi pengajaran yang kita ambil. Tentunya setelah melewati proses untuk menentukan standar yang di ambil.

          Dunia pendidikan terus berubah. Kompetisi yang di butuhkan oleh masyarakat terus-menerus berubah apalagi di dalam dunia terbuka yaitu di dalam dunia modern dalam era globalisasi. Kompetisi-kompetisi yang harus di miliki oleh seseorang dalam lembaga pendidikan haruslah memenuhi standar.

          Seperti yang kita lihat sekarang ini, standar dan kompetisi dalam pendidikan formal maupan informal terlihat hanya keranjingan terhadap standar dan kompetisi. Kualitas pendidikan diukur oleh standar dan kompetisi di dalam berbagai versi. Demikian pula sehingga dibentuk badan-badan baru untuk melaksanakan standarisasi dan kompetensi tersebut seperti Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).

          Tinjauan terhadap standarisasi dan kompetisi untuk meningkatkan mutu pendidikan akhirnya membawa kami dalam pengungkapan adanya bahaya yang tersembunyi yaitu kemungkinan adanya pendidikan yang terkekang oleh standar kompetisi saja.

          Hal seperti diatas sangat di sayangkan karena berarti pendidikan seperti kehilangan makna saja karena terlaluuuuuu menuntun standar kompetisi. Hal itu jelas salah satu penyebab rendahnya mut pendidikan di indonesia.

          Selain ituu, akan lebih baik jika kita mempertanyakan kembali apakah standar pendidikan di indonesia sudah sesuai atau belum. Dalam kasus UAN yang hampir selalu mejadi kontrofersi misalnya. Kami menilai adanya sistem evaluasi seperti UAN suudah cukup baik, namun yang kami sayangkan adalah evaluasi pendidikan seperti itu yang menentukan lulus tidaknya pesreta didik mengikuti pendidikan, hanya dilaksanakan sekali saja tanpa melihat proses yang dilalui peserta didik yang telah menempuh proses pendidikan selama beberapa tahun. Selain hanya berlangsung sekali, evaluasi seperti itu hanya mengevaluasi 3 bidang studi saja tanpa mengevaluasi bidang studi lain yang telah diikuti peserta didik.

          Banyak hal lain juga yang sebenarnya dapat kami bahas dalam pembahasan standarisasi pengajaran di indonesia. Juga permasalahan yang ada di dalamnya, yang tentu lebih banyak, dan membutuuuuuukan penelitian yang lebih dalam lagi.

          Penyebab rendahnya mutu pendidikan di indonesia juga tentuuuuu tidak hanya sebatas yang kami bahas di atas. Banyak yang menyebabkan rendahnya mut pendidikan kita. Tentunya hal seperti itu dapat kita temukan jika kita menggali lebih dalam akar permasalahannya. Dan semoga jika kita mengetahui akar permasalahannya, kita dapat memoerbaiki mutu pendidikan di indonesia sehingga menjadi lebih baik lagi.

 

Comments are closed.