Rendahnya kesejahteraan Guru

Rendahnya kesejahteraan Guru

             Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Berdasarkan survei FGII (federasi Guru Imdependen Indonesia) pada pertengahan tahun 2005, idealnya seorang guru menerima gaji bulanan sebesar Rp 3 juta rupiah. Sekarang, pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar RP 1,5 juta. Guru bantu Rp 406 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp. 10 ribu per jam. Dengan pendapaatan seperti itu tsrang saja banyak guru terpaksa melakuakan pekerjaan sampingan . ada yang mengajar lagi disekolah lain, memberi les padaa sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buk/LKS, pedagang pulsa ponsel dan sebagainya (repulika 13 juli 2005) .

             Dengan adanya UU guru dan dosen, barang kali kesejahteraan gur dan dosen atau PNS agak lumayan. Pasal 10 UU itu sudah menjadi jaminan kelayakan hidup dalam pasal itu di sebutkan guru dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas dan memadai, antara lain meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan provesi atau tunjangan khusus, serta tunjangan lain yang berkaitan dengan tugasnya. Mereka yang diangkat Pemkot/Pemkab bagi daerah khusus jugaa berhak atas rumah dinas.

             Tapi,kesenjangan kesejahteraan guru swasta dan negri menjadi masalah lain yang muncul di lingkungan pendidikan swasta, masalah kesejahteraan masih sulit mencapai tarap ideal. Diberitakan Pikiran Rakyat 9 januari 2006, sebanyak 70% dari 403 PTS di jawa barat dan Banten tidak sangggup untuk menyesuaikan kesejahteraan dosen sesuai dengan amanat UU Guru dan Dosen. Pikiran Rakyat 9 januari 2006.

  1. Rendahnya prestasi siswa

             Dengan keadaan yang demikian (rendahnya sarana fisik,kualitas guru,dan kesejahteraan guru). Pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa indonesia di dunia internasional sangat rendah. Menurut Trends mathematic and Science Study (TIMSS) 2003(2004), siswa indonesia hanya berada di rangking ke 35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di rangking 37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Dalam hal ini prestasi siswa di bawah siswa malaysia dan singapura sebagai tetangga yang terdekat.

             Dalam hal ini prestasi 15 september 2004 lalu united nations for Development programme (UNDP) juga telah mengumumkan hasil study tentang kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. Di dalam laporan tahu ii di Indonesia haya mendukungi posisi ke 111 dari 177 negara apabila dibidangi dengan negara-negara tetangga saja, posisi Indonesia berada jauh dibawahnya.

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/

Comments are closed.