Prof. Dr. J.S. Badudu Wafat

Prof. Dr. J.S. Badudu Wafat

Prof. Dr. J.S. Badudu Wafat

Prof. Dr. J.S. Badudu Wafat
Prof. Dr. J.S. Badudu Wafat

BANDUNG-Prof. Dr. H. Jusuf Sjarif Badudu

yang lebih dikenal dengan nama J S Badudu, Sabtu sekirar pukul 22.10 meninggal di RHHS akibat sakit. Ia lahir di Gorontalo 19 Maret 1926.

Beliau adalah Guru Besar Linguistik di UniversitasPadjadjaran. Beliau juga dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai pembawa acara Pembinaan Bahasa Indonesia (1974-1979) di TVRI.

Tahun 1955 beliau menyelesaikan pendidikan B-1 Bahasa Indonesia

di Bandung dan menyelesaikan pendidikan S-1-nya di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, Bandung (1963). Tahun 1971—1973 Beliau melanjutkan pendidikan pada Postgraduate Linguistics di Leidse Rijksuniversiteit Leiden, Belanda. Tahun 1975 beliau memperoleh gelar Doktor Ilmu Sastra dengan pengkhususan Linguistik di Universitas Indonesia, Jakarta, melalui disertasi yang berjudul“Morfologi Kata Kerja Bahasa Gorontalo”.

Beliau adalah sosok guru sejati. Seluruh hidupnya diabdikan

untuk mencerdasakan anak bangsa. Sebagai orang yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan bahasa Indonesia, beliau telah mengabdikan diri sebagai guru sejak usia 15 tahun 5 bulan. Beliau menjadi guru sekolah dasar di Ampana, Sulawesi Tengah hingga tahun 1951. Pada tahun 1951—1955 beliau menjadi guru SMP di Poso, Sulawesi Tengah, dan pada tahun 1955—1964 menjadi guru SMA di Bandung. Beliau juga pernah menyumbangkan tenaga sebagai dosen di FakultasSastra, UniversitasPadjadjaran, Bandung padatahun 1965–1991.

Sejak Tahun 1982, Beliau menjadi guru besar linguistik pada Program Pascasarjana (S-2 dan S-3) Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia. Beliau juga menjadi guru besar di Universitas Pakuan Bogor sejak tahun 1991 dan di Universitas Nasional Jakarta sejak tahun 1994. Beliau juga pernah, selama tiga tahun, menatar guru-guru sekolah dasar di enam Provinsi (Sumatera Barat, D. I. Aceh, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan D.I. Yogyakarta) dalamproyek PEQIP (Prelimenary Education Quality Improvement Project), sebuah lembaga bantuanJerman yang bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional). Tahun 1995—1997, beliau mengunjungi setiap provinsi itu 2 kali dalam setahun. Jo

 

Baca Juga :