Nyawa Sebagai Galang Ganti Syurga Nan Abadi

Nyawa Sebagai Galang Ganti Syurga Nan Abadi

Nyawa Sebagai Galang Ganti Syurga Nan Abadi

Nyawa Sebagai Galang Ganti Syurga Nan Abadi
Nyawa Sebagai Galang Ganti Syurga Nan Abadi

Nyawa Sebagai Galang Ganti Syurga

Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (dalam jihad) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.

(Surah Muhammad, surah ke 47 ayat 4-6)

Firman-Nya lagi:

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar (menanggung ujian dalam jihad).

(Surah Ali-Imran, surah ke 3 ayat 139-142)

Pengertian Ayat Tersebut

(Dalam ayat ini, setelah mengetahui siapakah yang mahu menjadi Mujahidin untuk membela dan menegakkan Islam, Allah melanjutkan ujian untuk memilih manusia-manusia terbaik yang sanggup berperang mati-matian untuk meraih gelaran syuhada. Syuhada merupakan pilihan daripada Allah.

Melepasi Ujian Peperangan

Setelah melepasi ujian peperangan yang dipenuhi dengan pelbagai dugaan, rintangan dan pengorbanan, mereka tetap tabah dan bertahan. Justeru tidak hairanlah mereka mendapat kehormatan seperti itu, sekalipun mereka mati diatas katil dan bukannya medan perang -asalkan mereka sebelumnya sungguh-sungguh ‘mencari kematian’ dalam medan jihad-)

Baca Juga: