Non Random ( Non Probability Sample)

Non Random ( Non Probability Sample)

Non Random ( Non Probability Sample)

Pengambilan sampel yang bukan secara acak adalah pengambilan sampel yang tidak didasarkan atas kemungkinanyang dapat diperhitungkan.  Tehnik ini lebih praktis dan mudah, sering dipakai pada penelitian klinis. Tapi peril diingat bahwa tehnik yang terbaik secara statistik  adalah probability sampling. Cara ini dipergunakan : Bila biaya sangat sedikit , hasilnya diminta segera, tidak memerlukan ketepatan yanq tinggi, karena hanya sekedar gambaran umum saja. Metode ini mencakup beberapa tehnik antara lain:

1)   Sampel Dengan Maksud (Purposive sampling)

Mula mula peneliti mengidentifikasi semua karakteristik populasi, misalnya dengan mengadakan studi pendahuluan atau dengan mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan populasi. Kemudian peneliti menetapkan berdasarkan pertimbangannya, sebagian anggota populasi menjadi sampel penelitian sehingga tehnik pengambilan sampel secara proporsive ini didasarkan pertimbangan pribadi peneliti sendiri.

Misalnya: Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh prilaku seks ibu pasca persalinan memalui caesar operation, pengambilan sampel ini jelas mempunyai karakteristik yang spesifik sehingga pengambilan sampel pun harus diarahkan ke ibu ibu yang melahirkan dengan cara ini.

2)   Sampel Berjatah (Quota sampling)

Pengambilan sampel secara quota dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel secara quotum atau jatah, Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja, hanya disini besar dan kriteria sampel telah ditentukan lebih dahulu. Misalnya Sampel yang akan di ambil berjumlah 100 orang dengan perincian 50 laki dan 50 perempuan yang berumur 15-40 tahun. Cara ini dipergunakan kalau peneliti mengenal betul daerah dan situasi daerah dimana penelitian akan dilakukan.

3)   Sampel Tanpa Sengaja ( accidental sampling)

Tehnik penarikan sampel ini dilakukan secara subjektif oleh peneliti ditinjau dari sudut kemudahan, tempat pengambilan sampel dan jumlah sampel yang akan diambil. Sampel tersebut tidak terencana dan penggambaran hasil dari pengumpulan data tersebut bukan didasarkan suatu metode yang baku. Bedanya dengan purposive sampling adalah kalau sampel yang diambil secara purposive berarti dengan sengaja,  sementara pada tehnik ini tidak dengan sengaja, misalnya: pada suatu kejadian luar biasa, atau pada penelitian tentang pemberian ASI disuatu wilayah tertentu dan pada priode tertentu, misalnya pada setiap hari selasa bulan November 2013, seberapa banyak pun ibu ibu yang ditemui dipuskesmas tersebut akan menjadi sampel.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/

Comments are closed.