Kekuatan Sosial Dalam Perkembangan Teori Sosiologi

Kekuatan Sosial Dalam Perkembangan Teori Sosiologi

Kekuatan Sosial Dalam Perkembangan Teori Sosiologi

Kekuatan Sosial Dalam Perkembangan Teori Sosiologi
Kekuatan Sosial Dalam Perkembangan Teori Sosiologi

Kekuatan social yang  dipandang penting dalam perkembangan sosiologi yaitu:

  1. Revolusi Politik, dampak yang ditimbulkan oleh revolusi ini terhadap masyarakat begitu besar dan berbagai perubahan positifpun muncul.
  2. Revolusi Industri dan Kelahiran Kapitalisme, sistem ini berpuncak pada transformasi dunia barat dari sistem pertanian menuju sistem industri besar-besaran. Dalam sistem ini, hanya sedikit yang memperoleh laba besar sementara itu mayoritas yang lain bekerja berjam-jam dengan upah rendah. Reaksi terhadap sistem industry dan kapitalisme ini secara umum merugikan. Revolusi industri, kapitalisme dan reaksi terhadapnya memicu gejolak ditengah masyarakat barat, dan ini memengaruhi para sosiolog.
  3. Kelahiran Sosialisme, Karl mark adalah pendukung hancurnya sistem kapitalis dan digantinya sistem ini dengan sistem sosialis.
  4. Feminisme, Dalam satu pengertian, selalu ada perspektif feminis. Dimana pun perempuan disubordinasikan dan mereka disubordinasikan  hampir dimana saja. aktivitas dan tulisan feminis mencapai puncaknya pada gerakan liberalis di dalam sejarah Barat modern.
  5. Urbanisasi, urbanisasi adalah sebagai salah satu dampak dari revolusi industry. Sifat kehidupan kota dan masalah yang dihadapinya menarik beberapa sosiolog awal, dan mereka meneliti urbanisasi dan masalah-masalahnya.
  6. Perubahan di Wilayah Agama, tidak sedikit sosiolog awal berasal dari latar belakang religius, mereka memasukan tujuan yang sama sebagaimana tujuan agama mereka. Mereka berharap dapat memperbaiki kehidupan orang.
  7. Tumbuhnya Ilmu Pengetahuan, teknologi yang dihasilkan ilmu pengetahuan memperoleh prestise yang tinggi. Para sosiolog berkeinginan agar sosiologi mengikuti keberhasilan fisika dan ilmu biologi.

 

SOSIOLOGI MODERN

Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya).

Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.

 

Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial

Untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi yang lama di Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.

Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi, dan dalam sosiologi modern ini lebih memunculkan rincian tentang teori-teori dalam konteks lebih luas.

 

Pertumbuhan llmu Pengetahuan (Sains)

Ketika teori sosiologi sedang dibangun, minat terhadap ilmu pengetahuan (Science) meningkat pesat, tak hanya di universitas, tetapi juga di dalam masvarakat pada umumnya. Produk teknologi dari sains tersebar dan meresapi setiap sektor kehidupan dan seiring dengan itu sains mendapat prestise yang sangat besar. Ini berkaitan erat dengan sukses besar sains (fisika, biologi, dan kimia) sehingga mendapat tempat terhormat dalam masyarakat. Para sosiolog awal (terutama Comte dan Durkheim) semula memang telah berkecimpung dalam sains itu dan banyak yang menginginkan agar sosiologi meniru kesuksesan ilmu biologi dan fisika.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/