Kebijakan Impor Sapi Bunting, Dipertanyakan

Kebijakan Impor Sapi Bunting, Dipertanyakan

Kebijakan Impor Sapi Bunting, Dipertanyakan

Kebijakan Impor Sapi Bunting, Dipertanyakan
Kebijakan Impor Sapi Bunting, Dipertanyakan

Jakarta  – Kebijakan pemerintah yang masih mengimpor 200 ribu ekor sapi bunting

untuk mengatasi tuntutan swasembada daging dipertanyakan.

Hal demikian, diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin dalam release yang diterima jabarprov.go.id, (9/9).

Kebijakan impor sapi bunting, menurut Akmal dinilai langkah yang  bersifat instan dan mudah. “Tahun 2016 target pemerintah memang swasembada. Tetapi jangan memperlakukan negara ini seperti pedagang. Kita memiliki penduduk dan infrastruktur sosial yang mesti diperhatikan.

Pemerintah, seharusnya memperhatikan  sejarah kelam Indonesia

dalam mengimpor indukan sapi yang bunting, selalu menjadi hal yang sia-sia, dimana setiap indukan sapi yang bunting, ketika sudah melahirkan anak sapi, indukannya menjadi mandul.

Dari hasil penelitian dinas-dinas peternakan di daerah-daerah, sapi-sapi indukan itu disuntik hormon atau dipasang chip sehingga hanya mampu melahirkan sekali. Setelah melahirkan sekali, sapi yang kelihatan subur menjadi mandul,.

Menurut Andi Akmal usulan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan)

sebesar 32,9 triliun untuk mendanai program swasembada di tujuh komoditas merupakan program yang baik.

Angka ini, sangat besar dan bukan tidak dihabiskan dalam satu tahun. “Namun bisa berjalan berkelanjutan sehingga tahun berikutnya dapat meningkatkan kualitas program yang ada atau menciptakan program baru untuk kesejahteraan.

Pemerintah , ujar Akmal diharapkan  tidak lagi tertipu soal impor sapi bunting ini. Menurutnya, harus ada jaminan bahwa 200 ekor sapi tersebut tetap fertil setelah melahirkan. “Sehingga meskipun impor sapi bunting itu tetap dilakukan, masih ada harapan ada peningkatan jumlah sapi secara nasional di tahun 2017 tanpa adanya impor sapi lagi.

 

Sumber :

https://www.diigo.com/item/note/4x55f/s2rn?k=01f30fdd98ac070e16bd5c5d7dfac91f