Dasar Hukum Pernikahan

Dasar Hukum Pernikahan

Dasar Hukum Pernikahan

Dasar Hukum Pernikahan
Dasar Hukum Pernikahan

Pernikahan dapat menjaga kehormatan diri dan pasangan agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang diharamkan. Juga berfungsi untuk menjaga komunitas manusia dari kepunahan, dengan terus melahirkan dan mempunyai keturunan.
Dasar hukum pernikahan pada dasarnya adalah jaiz (diperbolehkan). Namun dari segi diminta dikerjakan atau tidak, maka menurut para ahli dalam fiqh bergantung pada keadaan masing-masing orang :

a. Wajib

menurut kebanyakan para ulama fiqh, hukum pernikahan adalah wajib, jika seseorang yakin akan jatuh kedalam perzinaan seandainya tidak menikah, sedangkan ia mampu untuk memberikan nafkah kepada isterinya berupa mahar dan nafkah batin serta hak-hak pernikahan lainnya. Ia juga tidak mampu menjaga dirinya untuk terjatuh kedalam perbuatan hina dengan cara berpuasa dan lainnya.

b. Haram

nikah diharamkan jika seseorang yakin akan menzalimi dan membahayakan istrinya jika menihak, seperti dalam keadaan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pernikahan, atau tidak bisa berbuat adil diantara istri-istrinya. Karena segala sesuat yang menyebabkan terjerumus kedalam keharaman hukumnya juga haram.

c. Makruh

pernikahan dimakruhkan jika seseorang khawatir terjatuh pada dosa dan mara bahaya. Menurut para ulama syafi’i, menikah makruh hukumnya bagi orang yang memiliki kelemahan, seperti tua renta, penyakit abadi, kesusahan yang berkepanjangan.

d. Sunah

menurut jumhur ulama selain imam syafi’i, nikah disunahkan jika seseorang dalam kondisi stabil.

Syarat dan Rukun Nikah

Syarat nikah itu adalah hal yang menjadi penentu keberadaan sesuatu, dan ia berada diluar hakikat sesuatu tersebut. Syarat sah nikah ada 10 (sepuluh) macam:
1. Objek cabang
2. Mengekalkan sighat akad
3. Persaksian
4. Ridha dan ikhtiyar (memilih)
5. Menentukan pasangan
6. Tidak sedang ihram haji dan umrah
7. Harus dengan mahar
8. Tidak bersepakat untuk saling merahasiakan
9. Hendaknya salah satu atau keduanya tidak sedang mengidap penyakit yang mengkhawatirkan
10. Wali

Rukun ialah hal yang hukum syar’i tidak mungkin ada melainkan dengannya. Menurut jumhur ulama adalah hal yang menyebabkan berdiri dan keberadaan sesuatu. Sesuatu tersebut tidak akan terwujud melainkan dengannya. Atau dengan kata lain hal yang harus ada. Menurut jumhur ulama ada 4 (empat) rukun nikah. Yaitu:
1. Sighat (ijab dan qabul)
2. Istri
3. Suami
4. Wali

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/