China larang beri nama Islami pada bayi

China larang beri nama Islami pada bayi

Problematika dan Kasus Muslim di China

a. Problematika Muslim di China

Sepanjang sejarah China tidak memberikan kesempatan bagi Umat Islam. Muslim China dibantai dan disiksa juga di usir. Sekarang ini, China memasukkan enam orang suku Muslim Uighur ke daftar teroris nasionalnya. China menuduh mereka sebagai dalang dibalik kegiatan teroris yang mengancam keamanan di provinsi Xinjiang, wilayah barat China. Ada begitu banyak diskriminasi dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap Muslim Uighur yang dilakukan secara sistematis. Pemerintah China yang menerapkan kebijakan srtike hard yaitu memperketat pengendalian terhadap kegiatan agama, membatasi pergerakan orang dan menahan orang yang dicurigai mendukung gerakan separatis pada tahun 1996.
Kaum Muslim Uighur sebagai pihak yang minoritas mengalami penindasan dan kezhaliman dari pemerintah China. Kezhaliman itu terus berlangsung sampai hari ini dan melakukan aksi kekerasan senjata terhadap Muslim di wilayah tersebut. Dimanapun kelompok China, pasti jika mereka memiliki kekuasaan akan menindas golongan Muslim secara kejam.
Terdapat beberapa larangan yang dibuat pemerintah China untuk Muslim Uighur, antara lain:
1. Larangan Penggunaan Bahasa Ibu
Pemerintah di sebuah daerah di Xinjiang China melarang Muslim di wilayah itu menggunakan bahasa ibu mereka di sekolah. Langkah itu diumumkan Departemen Pendidikan di Provinsi Hoten melalui pemberitahuan di situs webnya. Terdapat lima butir larangan yang isinya dengan tegas melarang penggunaan bahasa, tulisan, tanda-tanda atau gambaran yang menggunakan bahasa Uighur.
2. Larangan beribadah Puasa pada Bulan Ramadhan
Pemerintah China memberikan peraturan ketat selama Ramadhan khususnya untuk populasi Muslim Uighur di Turkistan Timur. Pegawai Sipil Uighur juga dilarang berpuasa selama bulan Ramadhan, dengan menyediakan makanan dan air untuk siswa sepanjang hari. Akses ke Masjid dikendalikan lebih ketat, restoran telah diperintahkan tetap buka. Larangan ini pertama kali dilakukan bagi Muslim Uighur pada tahun 2017. Para pelajar dan orangtua di Xinjiang dipaksa menandatangni perjanjian bahwa mereka tidak akan berpuasa selama Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa otoritas China di Xinjiang melakukan serangan yang belum pernah terjadi kehidupan personal Muslin Uighur dengan dalil menyingkirkan ekstrimisme beragama.
3. China larang beri nama Islami pada bayi
Pemerintah China semakin memperketat Muslim Uighur dengan melarang orangtua memberi nama-nama religi, seperti Muhammad. Hal ini terdapat dalam dokumen berjudul “daftar nama etnis minoritas yang dilarang”, menyebutkan mereka yang tidak mematuhi aturan maka hukumannya tidak akan mendapatkan akses pendidikan, kesehatan dan pekerjaan. Peraturan ini berkenaan dilaksanakan di wilayah Xinjiang dimana Partai Komunis China memberlakukan aturan ketat terhadap Islam, guna membatasi gerakan ekstrimis.

Recent Posts

Comments are closed.