Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun

Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun Menurut Spegler, pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun sangat penting tidak saja karena telah banyak mendahului pemikiran ekonom barat, tetapi karena ia memiliki penguasaan ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam sehingga mampu menulis pemikiran ekonomi dalam perspektif yang lengkap.[5] Berikut ini beberapa pemikiran ekonomi menurut ibnu khaldun: Teori Produksi    Dalam pemikiran ekonominya

 Metode penghitungan pendapatan nasional

 Metode penghitungan pendapatan nasional
 Metode penghitungan pendapatan nasional

 Metode penghitungan pendapatan nasional Perhitungan pendapatan nasional dimulai dengan Produk Domestik Bruto. PDB itu sendiri dapat dihitung atau diukur dengan tiga macam pendekatan yaitu: 1. Pendekatan Produksi Menurut pendekatan produksi PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Unit-unit produksi yg

Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (NNI) Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah,

Dampak perusahaan multinasional

Dampak perusahaan multinasional
Dampak perusahaan multinasional

Dampak perusahaan multinasional Dewasa ini kehadiran perusahaan-perusahaan multinasional di bidang ekonomi dan politik dunia, terasa sangat mencolok. Perusahaan-perusahaan multinasional yang “menancapkan kukunya” juga tentu saja memberikan implikasi kepada, saya sebut sebagai, Negara yang di’ekspansi’nya, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dampak positif pertama yang paling sering disebut-sebut sebagai sumbangan positif penanaman modal asing ini adalah, peranannya dalam

Rendahnya Kualitas Sarana Fisik

Rendahnya Kualitas Sarana Fisik              Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedung rusak, kepemilikan dan penggunan media belajar rendah, buku perpustakan yang tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya.              Data balitbang depdiknas (2003) menyebutkan untuk satuan SD terdapat 146.052 lembaga yang menampung 25.918.898 siswa