Biografi Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno

Biografi Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno

Biografi Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno

Biografi Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno
Biografi Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno

Semangat dalam mempertahankan kemerdekaan semakin sulit saat Soekarno ditunjuk sebagai presiden bersama Moh. Hatta yang melalui berbagai rintangan. Tujuan Soekarno untuk memimpin dengan sepenuh hati dilakukannya dengan baik, filosofi keseimbanga, akomodasi, dan menjaga hubungan dengan batin karena kepemimpinan ialah dua hubungan antar mereka yang beraspirasi untuk memimpin dan mereka yang memilih untuk mengikuti. Penjajah tak henti–hentinya melakukan perlawanan kepada Soekarno.

Rakyat Indonesia dengan semangat kemerdekaan, rela mengorbankan hidupnya demi Indonesia

Peristiwa agresi militer Belanda I dan II membawa posisi Indonesia semakin sulit. Perjuangan diplomasi tetap ditempuh Bung Soekarno, mulai perjanjian Linggarjati, KMB (Konferensi Meja Bundar), Renville dan lainnya membuat posisi Indonesia dalam aspek geografis semakin sempit.

Pemberontakan daerah mulai bermunculan, dari peristiwa Sepuluh November di Surabaya, pertempuran 5 hari di Semarang, peristiwa Bandung Lautan api, dan lainnya adalah wujud semangat rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang akan direbut kembali oleh penjajah.

Kemudian muncul gerakan DI / TII pada tahun 1948 dibawah pimpinan Kartosuwirjo, yang meginginkan Indonesia menjadi negara Islam

Hal itu berlangsung bersamaan dengan pemberontakan kiri di Madiun. Peristiwa–peristiwa lainnya seperti perubahan sistem pemerintahan menjadi parlementer, konflik Irian barat, konflik dengan Malaysia, bergabungnya dengan PBB, aktif dalam perdamaian dunia yaitu pada saat perang dunia ke II antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dan peristiwa Supersemar yang membawa Soekarno dalam masa akhir.

Jatuhnya Soekarno pun tidak lepas dari kasus–kasus (antagonisme politik) yang ada semasa ia menjadi presiden. Situasi yang tidak menentu pada tahun 1965, yaitu peristiwa pembantaian massal yang mengakibatkan terbunuhnya enam jendral TNI yang dikenal dengan peristiwa G30S PKI. Akhirnya banyak demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai kalangan, misalnya mahasiswa KAMMI dan KAPI bertujuan meyampaikan isi TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) salah satunya berisi PKI harus dibubarkan.

Wafatnya Soekarno

Tahun 1965 boleh jadi merupakan titik balik bagi Soekarno. James Luluhim menyebutkan tanggal 1 Oktober 1965 sebagai titik yang menentukan hidup Soekarno di masa lanjut, presiden Soekarno bukan lagi merupakan satu-satunya pemimpin tertinggi di Indonesia.

Pada hari yang sama, Soeharto telah memegang kendali AD dari tangan Ahmad Yani.10 Soeharto yang memiliki tindakan-tindakan yang sangat berlebihan, dengan kekuasaannya tersebut Soeharto membuat keputusan-keputusan secara sepihak melakukan pelarangan kepada Pangdam Jaya V kepada presiden dan Soeharto juga menggagalkan usaha Soekarno untuk memberikan perintah kepada Mayjen Pangad Pranoto Rekso Samudra.

Baca juga artikel: