Bima Pimpin Razia Miras dan Minol

Bima Pimpin Razia Miras dan Minol

Bima Pimpin Razia Miras dan Minol

Bima Pimpin Razia Miras dan Minol

Sebanyak 1.521 botol minuman keras (miras)

75 liter ciu, ½ jerigen tuak dan 2,5 box miras termasuk ratusan dus minuman beralkohol (minol) diamankan petugas gabungan dalam razia yang dipimpin Wali Kota Bogor Bima Arya yang menyasar dibeberapa lokasi di Kota Bogor, Kamis (28/09/2017) siang. Bima mengaku merasa terkejut atas temuan tersebut.

“Secara pribadi cukup mengagetkan karena adanya ditengah pemukiman, warga sekitarnya tidak tahu menahu didalamnya adalah tempat penyimpanan minuman keras (miras),” kata Bima yang didampingi Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi, Asisten tata Praja Hanafi, Camat Bogor Timur Adi Novan dan Kapolsek Bogor Timur Kompol Marsudi Widodo.

Menurut Bima

Keberadaan gudang miras yang berlokasi di Gang Balita RT. 02 RW 01 Kampung Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur sudah memiliki sistem yang mengatur distribusi atau pengirimannya, sehingga sudah di drop secara rutin.

Petugas Satpol PP

Selanjutnya ribuan botol miras dan minol lainnya diangkut petugas Satpol PP untuk disita dan diamankan untuk segera diproses.Mengingat dampak negatif yang ditimbulkan terutama bagi para pelajar Bima segera mengkoordinasikan dengan pihak kepolisian agar pelaku dikenakan pasal berlapis, karena selain sekedar denda tetapi juga penyalahan pemukiman untuk tempat berjualan miras. “Yang pasti harus ada efek jera,” tegas Bima.

Pemerintah Kotaazia miras yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kepolisian dan TNI di Kota Bogor ini merupakan tindaklanjut dari laporan warga maupun para pelajar. Disamping itu, miras juga menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran antar pelajar. “Ketika para pelajar mengkonsumsi miras apapun bisa terjadi. Untuk itu kita fokus untuk menindak tegas,” terangnya.

Muspida Kota Bogor

Kedepan bersama unsur Muspida Kota Bogor akan lebih gencar dalam memberantas peredaran miras di Kota Bogor. Untuk langkah preventif Pemkot Bogor bersama Kepolisian Kota Bogor dan TNI akan datang kesekolah-sekolah seminggu sekali untuk mengingatkan bahaya miras.

Wali Kota menyebut, keberadaan penyimpanan miras ditengah pemukiman ini tidak terlepas adanya rantai penjualan yang tersistem, yakni adanya produsen, distributor dan marketing dilapangan.  “Dan ini harus diputus, laporan yang saya terima dari Kasatpol PP Kota Bogor miras ini ditemukan dibanyak titik, jadi tidak hanya dititik yang biasa kita razia,” paparnya.

Pemkot Bogor bersama Kepolisian dan TNI

Razia miras yang dilakukan Pemkot Bogor bersama Kepolisian dan TNI ini dilakukan secara serempak di 6 kecamatan dengan melibatkan Satgas Dinas Pendidikan, Kelurahan, Kecamatan, Disperindag, Dinkes.

Sekedar informasi, Di wilayah Kecamatan Tanah Sareal didapatkan sebanyak 802 botol, di wilayah Kecamatan Bogor Barat didapatkan 11 Botol, di wilayah Kecamatan Bogor Tengah 3 jerigen (75 liter Ciu), di wilayah Kecamatan Bogor Selatan didapatkan 234 botol dan 2,5 box, di wilayah Kecamatan Bogor Utara didapatkan 358 botol dan ½ dirijen tuak.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Bogor Timur, Kecamatan Katulampa tepatnya di jalan padi didapatkan 4 dus bir, 61 botol ciu, 55 botol miras, 1 ember ciu. Sedangkan di Gang balita didapatkan bir 20 dus, arak 20 dus, ciu 2 ember besar, wiski 4 dus, intisari 100 dus, anggur merah 30 dus, anggur putih 10 dus, mansion 4 dus, semirnof 4 dus, gilbey’s 4 dus.

 

Artikel terkait :